Text
Fatimah Az-Zahra
Sebuah novel yang berjudul Fatimah az-Zahra yang mengisahkan seorang penyair yang bernama Zebun bin Mestan Efendi kehilangan semua harta bendanya. Hanya dalam sekejap mata semua harta bendanya ludes terbakar. Tak menyisakan apapun, kecuali piyama dan kopyah dari kain wol yang dipakainya.
Termasuk karyanya yaitu Diwan az-Zahra pun lenyap terbakar. Iapun berusaha terus meyakinkan orang lain, bahwa Diwan az-Zahra adalah karyanya. Diwan az-Zahra saat itu menjadi karya tersohor dan diklaim oleh 40 penyair. Zebunpun diundang oleh walikota Karbala untuk mengisahkan 40 kisah Diwan kepada seluruh masyarakat selama 40 hari. Diwan mengisahkan serombongan orang yang hendak melaksanakan ibadah haji ke Makkah dengan menaiki kapal dan berjalan kaki melalui jalur Madinah. Rombongan tersebut diantaranya adalah Nuretti, Abbas, nenek Destigul Tikriti dan Hasyim. Mereka mengarungi lautan padang pasir dengan penuh ujian. Tak henti-hentinya rombongan tersebut menuai banyak rintangan yang sangat berat dalam perjalanan.
Kisah tersebut dipadukan dengan kisah baginda Rasul bersama Fatimah az zahra dan Ahli baitnya membuat setiap yang membacanya menjadi tercengang. Betapa keluarga yang sangat sempurna. Fatimah az-zahra yang dilahirkan dari keluarga yang menebar ketentraman. Keluarga yang menjalankan rumah tangganya dengan cinta dan penghormatan. Yang perlu ditiru oleh semua orang.(hlm. 69). Keluarga uswatun hasanah ini megajarkan kita untuk selalu hidup sederhana dan menolong orang lain. Dikisahkan pula kisah sayyidina Hasan dan Husein yang sering berpuasa karena dirumahnya tidak didapati makanan sedikitpun. Mereka sudah terbiasa dengan berpuasa, bahkan mereka rela untuk memberikan makanan berbuka puasa untuk orang yang meminta-minta. Betapa kisah yang sangat mendidik kita agar kita selalu mengutamakan orang lain dan tidak egois.
| 08775 | 297.5 SIB f c.1 | (RAK 200) | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2026-05-04) |
| 10653 | 297.5 SIB f c.2 | My Library (RAK 200) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain