Text
Once Upon a Time in Jogja
Akhirnya tes SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sudah di depan mata. Lokasi tes aku di gedung UGM, sedangkan Tund Tund di gedung UNY. Jadwal kopi darat telah kami sepakati bersama, yaitu setelah pulang dari tes. Tund Tund itu deskripsinya adalah sebagai berikut: jangkis, tinggi, leher panjang, rambut jabrik, muka runcing, semua runcing. berkulit sawo busuk, kalau kalian suka nonton kartun Eyeshield 21 pasti kenal tokoh Hiruma. Yah, kira-kira seperti itulah deskripsinya. Dia sudah menungguku selama setengah jam di depan gerbang UNY, sedangkan aku masih terjebak keramaian lalu lintas sepanjang UGM-UNY. Dia pasti lagi kebingungan, mana sih cewek yang bernama Cila Dinata itu, yang katana chubby itu, yang kulitnya putih bersih, yang tinggi badannya 150 cm, yang bawa motor mio biru dengan nomor plat Bengkulu.
Cila lolos SNMPTN. Lolos berarti luput. Dengan kata lain, Cila gagal masuk Universitas Negeri pilihannya. Tidak mau kecewa berlarut-larut, Cila memutuskan untuk menaklukkan SNMPTN tahun berikutnya. Satu-satunya jalan adalah ikutan bimbel di kota gudeg.Niat untuk belajar, ternyata tidak sepenuhnya berjalan lancar. Karena, ternyata Cila mengalami petualangan dan kejadian seru sekaligus menggelikan. Mulai dari berkenalan dengan teman-teman yang bahkan tidak tahu dimana letak Bengkulu, kota asal Cila. Naksir cowok bernama alay, Tund Tund, yang dia kenal via facebook. Sang mantan yang maksa minta balik. Juga, menjelajahi kota gudeg dengan kantong kering yang membuat semua menjadi rumit, tapi kocak.
| 09184 | 813 COR o c.1 | My Library (RAK.800) | Tersedia |
| 09185 | 813 COR o c.1 | (RAK 800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain