Text
Less Sensitive : Seni Hidup Tanpa Kebanyakan Baper
Di dunia ini, ada orang yang sangat serius dan kaku, ada juga orang yang easy-going dan santai. Ada orang yang sensitif dan mudah baper, ada juga yang cuek dan bodo amat. Bagi orang yang sensitif, mereka cenderung memikirkan sesuatu secara mendalam.
Lantas apakah menjadi orang yang sensitif itu sebuah kesalahan? Oh, belum tentu! Meskipun mereka terkesan “baperan” dan butuh waktu lebih lama untuk memutuskan sesuatu, tetapi mereka terkenal sangat peduli terhadap perasaan orang lain.
Lalu bagaimana dengan orang yang less sensitive? Apakah mereka bukan orang yang peduli dengan perasaan orang lain? Santai, masing-masing karakter memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Begitu juga dengan ujaran-ujaran seputar “perempuan lebih sensitif daripada laki-laki”. Benarkah faktanya demikian? Kamu bisa temukan jawabannya di buku ini!
***
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.
| 11533 | 155.25 RES 1 c.2 | My Library (RAK 100) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain