PERPUSTAKAAN WIDYA GRAHA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KSATRIA TERAKHIR:Based on a True Story of Badiuzzaman Said Nursi

Text

KSATRIA TERAKHIR:Based on a True Story of Badiuzzaman Said Nursi

Farid Al Anshory - Nama Orang; Syahruddin El-Fikri - Nama Orang; Astri Katrini Alafta - Nama Orang;

Said Nursi, demikian nama lengkap ulama terkemuka asal Turki ini. Beliau dijuluki dengan nama Badiuzzaman yang berarti Sang Keajaiban Zaman. Julukan ini bukan asal disematkan, tetapi nama itu merujuk pada keilmuan dan kealiman dari Said Nursi. Betapa tidak, pada umur tujuh tahun, beliau sudah hafal Al-Quran. Bahkan, pada usia 15 tahun, sudah hafal lebih dari 80 kitab klasik karya ulama terkemuka. Otaknya bagaikan mesin foto kopi, semua terekam cepat. Sekali baca kitab, maka yang keluar akan sama hasilnya, tanda baca titik dan koma, serta tulisannya sama persis tanpa ada lebih dan kurang. Ketokohannya makin tak diragukan. Di saat usianya masih remaja, puluhan ulama menguji kemahirannya dalam ilmu Al-Quran dan masalah-masalah hukum Islam. Semua pertanyaan yang diajukan para alim ulama Turki—pada masa itu— dijawab tuntas dengan jawaban yang sangat memuaskan khalayak (mumtaz). Kealiman dan kemampuannya yang di atas rata-rata manusia itu, membuatnya untuk terus mengabdikan diri pada dakwah Islam dan negerinya. Di kala Perang Dunia I hingga menjelang detik-detik runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani, Badiuzzaman terus berjuang hingga titik darah penghabisan. Puluhan penjara di jalaninya, puluhan kota dan negara disinggahinya, ribuan kilometer jarak harus ditempuhnya demi mempertahankan negerinya dari gerakan sekularisme dan kekejaman penjajah. Dan dari bilik penjara yang mengekangnya, lahir karya yang sangat fenomenal, Risalah Nur. Beliau adalah Akhirul Fursan, Sang Ksatria Terakhir. Sebuah novel yang mengisahkan jejak perjuangan Badiuzzaman. Ditulis dengan gaya bahasa dan sastra yang indah, oleh novelis terkemuka asal Maroko, Farid Al-Anshory. Ketokohan Badiuzzaman layak menjadi teladan manusia masa kini, berjuang tak kenal lelah demi memperjuangkan cita-cita luhur dan mulia


Ketersediaan
11236813 ALA k c.1My Library (RAK 800)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 ALA k c.1
Penerbit
Jakarta : Republika Penerbit., 2023
Deskripsi Fisik
xii,352hlm.:ilus.;21cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786232792104
Klasifikasi
813
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cet.1
Subjek
novel
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN WIDYA GRAHA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sebagai Sistem Manajemen Perpustakaan yang lengkap, SLiMS (Senayan Library Management System) memiliki banyak fitur yang akan membantu perpustakaan dan pustakawan untuk melakukan pekerjaannya dengan mudah dan cepat.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik