Text
Dammahum
Pertemuan Dammahum dengan penjaga masjid menjadi titik balik perjalanan religinya. Dammahum bahkan meninggalkan seluruh kekayaannya untuk hidup sederhana di sebuah pesantren. Dia menjalani laku kezuhudan.
Kesungguhan dan pengorbanan Dammahum untuk mengabdi dan belajar di pesantren tak ada tandingannya. Ketaatan pada sang kyai pun memukau para santri senior, bahkan kiainya sendiri terkejut. Dammahum tampak sangat ingin menjadi seorang hamba Tuhan yang “sempurna” .
Namun beragama bukan soal hasrat, ia adalah pengembaraan akal sekaligus pelatihan hati. Pada akhirnya, Dammahum jatuh pada pengkultusan manusia. Bukan hanya mengkultuskan kiai yang dipujanya, tapi dia juga memuja dirinya sendiri. Kesesatannya tersebut mewujud kezaliman yang nyata sebab di saat bersamaan ia memiliki kekuatan politik nyaris tak terbatas. Karena kecewa pada sang kyai, Dammahum bahkan tega memenjarakan gurunya itu.
Keputusan Dammahum berdampak pada banyak orang: para santri, keluarga sang kiai, serta orang-orang lain. Kisah-kisah mereka menjadi keping-keping terpisah yang saling terkait satu sama lain menciptakan semesta cerita di sekitar Dammahum dan sang kiai.
| 10840 | 813 BEN d c.1 | My Library (RAK 800) | Tersedia |
| 10841 | 813 BEN d c.2 | My Library (RAK 800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain