Text
Jodohnya yang tak Kunjung Datang
Berbeda dengan buku-buku dengan tema memantaskan diri yang sudah banyak diterbitkan, seringnya ikhtiar seseorang untuk mendapatkan jodoh dihubungkan dengan amalan-amalan tertentu yang tujuan utamanya adalah untuk menikah. Buku ini ingin mengembalikan pemahaman bahwa jodoh adalah bagian dari takdir Allah yang tidak bisa diintervensi oleh kita. Oleh karena itu, semua amalan kebaikan seperti shalat, silaturahmi, sedekah, puasa, dan lain-lain sebaiknya diniatkan untuk beribadah kepada Allah Swt bukan semata tujuan menikah. Inilah sebaik-baiknya memantaskan diri bagi seorang muslimah, menunggu aktif. Menanti dengan sabar, tapi di sisi lain menjemputnya dengan aktif lewat ibadah kepada Allah Swt. Apalagi muslimah yang "kuasa" untuk menjemput jodohnya tidak seleluasa laki-laki.
Yuk, tata kembali niat kita!
Boleh nggak kita rajin shalat Tahajud biar lekas menikah, sering silaturahmi agar bertemu calon jodoh, atau semangat ngaji supaya dapat jodoh yang juga rajin ngaji?
Boleh-boleh aja kita beribadah sambil mengharapkan sesuatu. Tapi, akan lebih baik kalau alasan di balik semua kebaikan itu adalah ridha Allah Ta'ala.
Niat yang lurus adatah awal keberhasilan ikhtiar kita, juga jaminan dikabulkan-Nya doa-doa kita. Nah, kalau Allah sudah ridha, apa pun harapan kita pasti Dia kabulkan.
| 10085 | 813 YAN b c.1 | My Library (RAK 800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain